Sampai saat ini masih banyak kalangan awam yang percaya bahwa Syiah itu sesat. Syiah itu bukan Islam. Karena itu Syiah harus diperangi! Astaghfirullah ...

Tapi setahun terakhir ini juga muncul tanda tanya besar pada mayoritas kaum muslimin ketika melihat kenyataan bahwa ternyata yang sangat gigih berjuang mati-matian membela Palestina (yang bermazhab Sunni atau ahlussunnah), justru adalah orang-orang Syi'ah, baik itu Hizbullah Libanon, Ansharullah Yaman, Kataib Hizbullah Irak, dan Republik Islam Iran. Semua kelompok ini syiah.

Sementara dunia Islam lainnya, bahkan termasuk tetangga dekatnya baik itu Mesir, Saudi Arabia, Turki, UEA, Qatar, Bahrain, dll ... semua malahan diam, bahkan secara sembunyi (atau terang-terangan) berpihak ke Zionis Israel. Baik pemerintahnya, bahkan juga para ulama representatif nya. Kok diam semua?

Sehingga timbul pertanyaan besar di masyarakat awam ... kok gini ya?

Mengapa mayoritas muslim, yg mengaku Ahlus Sunnah wal Jamaah (Sunni) membiarkan pembantaian demi pembantaian terjadi pada saudara-saudara muslim mereka di Palestina, yg juga sama-sama bermazhab Sunni atau Ahlussunnah wal jamaah.

Sehingga mayoritas kaum muslimin Sunni yang peduli dengan ketertindasan saudara mereka di Palestina, terpaksa hanya bisa menyumbang donasi, boikot produk zionis dan berdoa pada Allah swt. Tak lagi bisa berbuat apa-apa.

Wajar kalau banyak yang bilang, "Seandainya tidak ada Syiah ... sudah dapat dipastikan Palestina udah musnah tak tersisa. Dan semua negara arab termasuk Makkah & Madinah akan berada dalam kekuasaan Zionis Israel."


Apakah ada isyarat Al Qur'an akan terjadinya hal ini?

Mari kita teliti sebentar firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al Maidah ayat 54:

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang berpaling dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas, lagi Maha Mengetahui.” (QS, 5:54).

Ayat ini senada dengan ayat lain pada Surat Muhammad ayat 38:

" ... dan jika kamu berpaling (dari ajaran Islam) niscaya Dia (Allah SWT) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu.” (QS, 47:38)

Ketika para sahabat bertanya pada Rasulullah Saw tentang siapa kaum yg dimaksud ayat itu ...

ا رسول الله من هؤلاء الذين إن تولينا استبدلوا بنا ثم لا يكونون أمثالنا فضرب رسول الله علة منكب سلمان ثم قال : هذا قومه والذي نفسي بيده لو أن هذا الدين تعلق بالثريا لتناوله رجال من فارس

“Rasulullah (saww) membaca ayat ini sampai akhir, lalu para sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu yang jika kami berpaling, mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?”.

Rasulullah saww menepuk bahu Salman Al Farisi (sahabat nabi yang berasal dari Persia/Iran), kemudian bersabda, “Inilah orangnya beserta kaumnya. Demi Allah, yang diriku berada dalam kekuasan-Nya, seandainya agama itu tergantung di bintang Surayya, dia akan dicapai oleh arang-orang dari Persia/Iran.” (lihat Tafsir Al Maraghi hal. 79 juz 26, jilid IX). Lihat juga dalam Hadits Bukhari No.4518.

Dari hadits ini, jelas Rasulullah saww sendiri yang telah menyampaikan bahwa bangsa Persia (atau negara Iran lah) yg dimaksud oleh Allah SWT sebagai bangsa atau kaum yg dijanjikan Allah swt di akhir zaman.

Nah ... Republik Islam Iran itu negara Syiah. Tapi QS Al Maidah 54 mengatakan bahwa Allah SWT mencintai mereka dan mereka juga sangat mencintai Allah.

Lalu mari kita merenung sejenak, pelajaran penting apa yang disampaikan ayat ini.

Ya betul sekali ... Iran adalah kaum yang dijanjikan Allah swt yang akan menggantikan kedudukan bangsa Arab dalam (kepemimpinan) dunia Islam. Saat kepemimpinan (dan bangsa) Arab mulai engkar dengan agama, saat Arab mulai berpaling meninggalkan ajaran dan perintah agama ... maka Allah swt mendatangkan bangsa Persia atau Iran sebagai bangsa yang dijanjikan. Dan Allah swt sangat mencintai bangsa ini.

Nah ... kita kan tau, bahwa Iran ini adalah pusat nya Syiah. Mayoritas masyarakat nya syiah.

Lalu, bagaimana mungkin Iran yang mayoritas Syiah itu dikatakan sesat dan bukan Islam ... sementara ayat Qur'an menegaskan bahwa Allah SWT sangat mencintai bangsa Iran yang syiah ini. Ini berarti ... syiah itu adalah Islam. Syiah itu adalah Islam itu sendiri.


***

☪️ Syaikh Al-Azhar, Syaikh Tajuddin Hamid abdullah Al-Hilali bahkan berkata, "Kaum dari Persia atau Iran itu adalah Kaum yang Dijanjikan oleh Nabi Saw."

Beliau menegaskan hal itu ketika menafsirkan QS. MUHAMMAD ayat 38, ".... Jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini."

Simak tuturannya pada video berikut ini.


Jadi saudaraku ... janganlah lagi mau dipengaruhi oleh berbagai fitnah tentang Syi'ah. Apapun yang anda dengar tentang ajaran syiah selama ini .... hampir bisa dipastikan semua itu hanya fitnah belaka.

Ada banyak sekali fitnah-fitnah yg diciptakan oleh musuh-musuh Islam agar Sunni Syiah itu terus berperang. Agar persatuan Islam jangan terwujud. Inilah agenda zionis Israel sejak dulu, lewat kaki tangan ulama-ulama Wahabi.

Contohnya, dikatakan Syiah itu membenci dan mencaci maki istri nabi Aisyah dan para sahabat nabi. Padahal pemimpin Syiah sendiri yaitu Imam Ali Khamenei tahun 2010 berfatwa "haram hukumnya mencaci maki istri nabi dan sahabat nabi saw".

Lalu juga ada fitnah, Quran nya Syiah beda, atau fitnah lain, Syiah menghalalkan Zina, dllsb dsb. Itu semua benar-benar fitnah ... tapi sayangnya ditelan mentah-mentah oleh kebanyakan umat Islam. Sehingga mayoritas umat jadi memusuhi syiah.

Jika Anda ingin tahu sebenarnya seperti apa Islam Syiah itu, dan apa jawaban syiah atas semua fitnah-fitnah itu ... silakan baca artikel berjudul 14 Isu Kontroversial tentang Syi'ah dengan klik tombol di bawah ini.