oleh: Dina Sulaiman


#FaktaSuriah (1) 

Karena beberapa "ustadz" dan influencer Wahaboy mengangkat kembali isu Suriah untuk memfitnah Iran...

[kata mereka, "Saya senang Iran ngebom Israel, tapi jgn lupakan bhw Iran membunuh jutaan Sunni di Suriah"].. 

... saya akan nulis fakta soal Suriah ini, biar pada paham seperti apa jahatnya Al Qaida dan para "ustadz" pembuat hoaks soal Suriah tsb. 

--- 

Video: seorang perempuan Kristen Suriah di gereja Mar Elias Greek Orthodox pasca dibom jihadis (22/6), berkata: "Mereka [jihadis] berkata padaku: Bawa anak-anakmu dan pergilah ke Eropa. ...Tidak mungkin! Aku tidak akan meninggalkan imanku, negaraku, dan rakyatku. Aku dibesarkan di sini — dan di sini aku akan mati! ...Suriah tidak pantas menerima ini!” 

#SayNotoISISAlQaida

Video: https://x.com/dina_sulaeman/status/1939119982702665918 

.

#FaktaSuriah (2) 

Pemerintah de facto Suriah dipimpin oleh pria eks-ISIS Irak, yang kemudian "pindah" ke Al Qaida Suriah (Hay'at Tahrir Al Syam -HTS). Namanya, Ahmed al Sharaa. Semasa belum jadi "presiden", ia pake nama jihad "Abu Mohammed al Jolani." 

Anda ga usah bingung, mau ISIS, mau Al Qaida, mau HTS, atau nama2 jihadis lain di Suriah, mereka itu akar ideologinya sama, beda nama karena beda kekuasaan& pendapatan. Rezim Jolani mengatakan bahwa pelaku pengeboman gereja Mar Elias adalah IS (Islamic State). 

Sejak Jolani berkuasa banyak terjadi pembantaian massal, penculikan, pemerkosaan pada kaum agama minoritas. Pelakunya, ya siapa lagi kalo bukan jihadis-jihadis itu. Tapi rezim Jolani selalu berkelit, "Bukan orang kami pelakunya, tapi oknum." 

Foto: laporan Amnesty Internasional, "milisi yang berafiliasi dengan pemerintah, menewaskan lebih dari 100 orang di kota Banias pada 8-9 Maret 2025" 

Angka 100 ini masih kecil krn laporan dari pihak minoritas, jumlah korban pembantaian mencapai ribuan, dan tdk terbatas tgl 8-9 Maret saja.

.

#FaktaSuriah (3) 

Pemerintahan Suriah sebelumnya adalah sekuler, nasionalis, sosialis. 

"Kebetulan" Hafez Assad dan Bashar Assad (ayah-anak, 1971-2024) yang jadi presiden [dipilih lewat pilpres] adalah penganut sekte Alawite [oleh jihadis disebut Syiah - Nusayriah]. 

Sehingga, kaum oposan Islamist menggunakan isu identitas dalam upaya menggulingkan rezim. 

Kita juga 'biasa' kan di Indonesia, saat pemilu banyak yang pake isu identitas saat menolak kandidat tertentu. "Jangan pilih si X, dia kan orang kafir!" 

Nah sejak 2011, kelompok2 Islamis ini angkat senjata melawan rezim, merekrut jihadis dari 100 negara sedunia (ayo bantai rezim Syiah, kita bikin khilafah!) 

Desember 2024, akhirnya Assad terguling. Bos HTS, Jolani, menunjuk diri jadi presiden (padahal tadinya mau khilafah). Penampilan Jolani berubah, sekarang pake jas dan dasi. Menteri2nya Jolani siapa? Sebagian besar, para jihadis HTS. 

Ini saya copas dari Al Jazeera ya: 

---Reporter Al Jazeera Resul Serdar, melaporkan dari Damaskus, mengatakan Abu Qasra [Menhan] dan al-Shaibani [Menlu] "sangat dekat" dengan pemimpin HTS Ahmed al-Sharaa [Jolani]. 

"Hal ini menimbulkan pertanyaan apakah HTS membentuk pemerintahannya sendiri atau pemerintahan Suriah," katanya. “Sejauh ini, 14 menteri telah ditunjuk, dan semuanya merupakan sekutu dekat atau teman al-Sharaa.”—

Mau tau, kayak apa sih jihadis kalo diangkat jadi menteri? 

Video: di tengah adalah "menteri pertahanan" Abu Qasra (eks komandan HTS alias Al Qaida). Pria di sebelahnya berkata: "wahai Syiah nusairiyah, kami datang pada kalian dengan pedang dan kematian merah (berdarah)." Lalu mereka berseru, "Takbir!" Video ini SETELAH Abu Qusra jadi Menhan ya. Jadi ga usah heran kalau Alawite & Kristen dibantai di Suriah. 

Sekali lagi, versi rezim HTS, "Pelakunya oknum, bukan kami." #SayNotoISISAlQaida

Video: https://x.com/dina_sulaeman/status/1939136497959215206 

.

#FaktaSuriah (4) 

Hoaks "rezim Syiah membantai Sunni di Suriah" disebarluaskan secara amat masif oleh para "ustadz pro jihad" di seluruh dunia. 

Mereka menggunakan foto-foto & video-video palsu, misal anak Gaza berdarah-darah dikasih caption "ini anak Sunni yang dibantai oleh rezim Assad." Padahal, meski Assad seorang Alawite, istrinya Sunni, dan menteri2 kabinetnya beragam, ada Kristen, malah lebih banyak yang Sunni. 

Kalau Anda cek latar belakang ustadz-ustadz penebar hoaks soal Suriah, Anda akan temukan, mereka itu dari Hizbut Tahrir, Ikhwanul Musliminn, Al Qaida, atau ISIS. Ingat, mereka ini beda nama, tapi akar ideologi sama. 

Kasus Suriah membuktikan bahwa meski mengaku berbeda (misal, HTI dan IM mengaku beda dari ISIS), sebenarnya mereka punya kesamaan yang jelas: menyetujui JIHAD BERSENJATA untuk menggulingkan pemerintah yang sah dengan membawa isu identitas (menuduh pihak lawan kafir). 

Di sinilah bahayanya: betapa banyak anak2 muda di Indonesia tercuci otaknya "orang kafir boleh dibunuh" dan sebagian bergabung dengan kelompok2 jihad. 

Sebagian pergi jihad ke Suriah, sebagian ngebom di Indonesia, melawan "rezim thaghut" di negeri sendiri. 

Jadi.. paham soal Suriah penting banget untuk mengenali, siapa sebenarnya para ustadz pro jihad Suriah itu. 

Foto: download dan baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, di dalamnya saya kompilasi berbagai hoaks para ustadz pro jihad Suriah. http://ic-mes.org/e-book

.

#FaktaSuriah (5) 

Mengapa Iran terlibat di Suriah? 

Kronologinya: 

  • 2011 para oposisi berdemo mengupayakan reformasi [ini suaranya masih 'demokrasi'] 
  • Ada kasus2 pembunuhan, korbannya ada di pihak sipil, ada di pihak aparat keamanan (sejak awal terbukti bahwa para jihadis sudah menyiapkan senjata). 
  • Demo "pro demokrasi" gagal menggulingkan rezim karena Assad memenuhi semua tuntutan (termasuk mengubah isi UUD).
  • Pertengahan 2012, para jihadis secara terbuka mengumumkan jihad mereka untuk menggulingkan Assad dan membentuk khilafah 
  • 2013 ISIS dideklarasikan 
  • Militer Suriah berperang melawan milisi2 Al Qaida ini (ada ratusan nama) dan ISIS, tapi kewalahan. Para jihadis disokong dana dan senjata dari AS, NATO, negara2 Arab, dan Israel. 
  • Pemerintah Suriah secara resmi minta bantuan Rusia dan Iran melawan ISIS dan Al Qaida. Rusia masuk sejak 2015 dengan jet-jet tempur mengebom markas2 ISIS dan Al Qaida. IRGC Iran secara resmi bergabung 2014, melatih sukarelawan Irak dan Suriah untuk melawan ISIS dan Al Qaida dalam pertempuran darat. 
  • 2017 secara resmi ISIS dinyatakan kalah, sementara Al Qaida menduduki provinsi Idlib dan terus menggalang kekuatan sambil lanjut ngebom sana-sini. Para ustadz pro jihad sangat aktif menggalang donasi untuk dikirim ke Idlib. 
  • 27 November 2024, rezim Assad yang semakin lemah karena embargo ekonomi & perang jangka panjang (sejak 2012), akhirnya tumbang. Assad memutuskan tidak minta bantuan lagi dari Iran dan Rusia, sehingga militer kedua negara keluar dari Suriah; Assad sekeluarga dievakuasi ke Rusia. 

Ucapan ustadz & influence pro jihad Suriah soal "jutaan Sunni dibunuh Iran", musti Anda cross check datanya. 

Benarkah jutaan? TIDAK. Data SOHR (ini lembaga pro jihad Suriah), 2011-2025 ada 656.493 orang tewas di Suriah (total, termasuk teroris dan warga & tentara yg dibunuh teroris). 

Dalam perang tsb, yang dilawan Iran, apakah 'umat Sunni' atau ISIS & Al Qaida? 

Apakah mereka dibunuh karena ke-sunni-an, atau karena mereka berperang dg bendera ISIS & Al Qaida? 

Apa kalau Densus menembak teroris ISIS, bisa disebut "Densus membunuh Sunni"? 

Udah dulu ya, sementara. 

Silakan berpikir kritis. Btw, karena Wahaboy ga ada obat, tulisan ini memang bukan untuk mereka. Tulisan ini cuma untuk Anda yang mampu berpikir kritis dan merdeka 

Foto: Syekh Mohammad Said Ramadan Al Bouthy, ulama SUNNI, dibunuh thn 2013, dengan bom, saat ia sedang ceramah di masjid, oleh jihadis. 

Wahaboy Indonesia selama ini berkilah "Yang bunuh Syekh Buthy itu Assad!" Padahal, beliau itu menolak aksi jihad menggulingkan Assad, bodoh amat kalau Assad membunuhnya. 

Justru jihadis membunuhnya karena marah, mengapa Syekh Buthy ga mau dukung mereka. Tapi Wahaboy sangat terbiasa berdusta. Kemungkinan di komen2 utas ini mereka akan kembali menebar dusta. #SayNotoISISAlQaida


----------------------------------

Foto dan video yang saya sebut, bisa dicek di utas saya; karena ini status copas dari X saya https://x.com/dina_sulaeman/status/1939119982702665918

Di antara sumber yang saya kutip dalam tulisan ini:

Aljazeera: https://www.aljazeera.com/news/2024/12/21/syrias-new-rulers-appoint-hts-figures-as-foreign-defence-ministers 

Laporan Amnesty Intl: https://www.amnesty.org/en/latest/news/2025/04/syria-coastal-massacres-of-alawite-civilians-must-be-investigated-as-war-crimes/ 

SOHR [ini lembaga yang sejak awal 'revolusi' posisinya anti Assad] https://www.syriahr.com/en/358243/