TERLAMBAT LAHIR

Copas FB Arbangi Kadarusman:

Ko Felix, Yahudi Isfahan itu boleh jadi sudah keluar 46 tahun lalu. Bukan baru keluar sekarang atau nanti! 

Sebelum Revolusi Islam 1979, komunitas Yahudi Iran merupakan salah satu yang tertua dan terbesar di dunia Muslim, dengan populasi sekitar 80.000–100.000 orang. 

Mereka hidup relatif makmur di era Shah Mohammad Reza Pahlavi, banyak yang sukses di bisnis, profesi, dan memiliki hubungan baik dengan Israel.

Setelah revolusi Februari 1979, Ayatollah Khomeini mendirikan Republik Islam dengan sikap anti-Zionis keras. 

Meski secara resmi membedakan Yahudi dari Zionisme, realitasnya berubah: diskriminasi, ancaman, penyitaan harta, dan eksekusi tokoh Yahudi terkemuka seperti Habib Elghanian (Mei 1979) atas tuduhan spionase untuk Israel memicu ketakutan besar.

Akibatnya, terjadi eksodus massal. Dalam beberapa bulan pertama pasca-revolusi, sekitar 30.000 orang meninggalkan Iran. 

Secara keseluruhan, lebih dari 70.000–80.000 orang (sekitar 80% komunitas) bermigrasi antara 1978–1980-an, terutama ke Israel (aliyah), Amerika Serikat (khususnya Los Angeles dan New York), serta Eropa.

Kini, populasi Yahudi di Iran tinggal sekitar 8.000–10.000 orang, mayoritas di Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Mereka hidup hati-hati di bawah pengawasan rezim. 

Peristiwa ini menjadi trauma mendalam bagi diaspora Yahudi Persia, bagian dari "Forgotten Exodus" Yahudi dari negara-negara Muslim pasca-1948, meski kasus Iran lebih dipicu revolusi 1979.

Gitu ringkasan-nya eksodus Yahudi dari Iran, silakan baca Wikipedia maupun Jewish Encyplopedia..



https://en.wikipedia.org/wiki/Exodus_of_Iranian_Jews 

Jadi kalau kamu masih mendongeng mengenai pengerahan kemunculan 70 Ribu Pasukan Israel yang dikerahkan ke Iran sebagai menggenapi nubuat mengenai Yahudi Isfahan, boleh jadi kamu keliru, terlambat lahir! 

Sama keliru dan bohongnya sengan statemenmu sebelumnya yang menyebut Iran dan Israel sebagai "besti" dan perang mereka Juni tahun lalu sebagai sandiwara! 

Yang paling konyol adalah Host-nya, lha belajar eskatologi kok ke Felix Siauw, mestinya ke Imran Hoesin atau Alexander Dugin. 

Pelajar moral nomor 136" “Kebohongan sering kali dilakukan karena takut. Dan rasa takut adalah ibu dari segala hal yang memalukan.” (Thomas Aquinas)